Kamis, 08 Maret 2012
Memotret Kembang Api
Terdapat beberapa tips untuk mendapatkan foto-foto kembang api yang semakin terlihat spektakuler.
Tentukan Lokasi. Sebelum memulai pengambilan foto kembang api, pertama-tama tentukan lokasi yang menurut anda strategis. Bisa mengamati kembang api secara leluasa tanp ada banyak gangguan atau pun penghalang. Misalanya lalu lalang manusia. Dan juga hindari lokasi yang berada di dekat sumber cahaya, seperti lampu kendaraan, lampu jalan dan lainnya yang akhirnya malang bisa menganggu hasil foto kita. Kemudian dari faktor alam, kita harus jeli dengan arah angin. Hasil akan lebih baik jika kita menghadap searah dengan hembusan angin. Ini untuk mengantisipasi efek asap dari ledakan kembang api. Ketika asap berada di antara ledakan kembang api dan kita pemotret, maka kepulan asap akan menganggu pandangan dan membiasakan sinar kembang api. Namun, saat asap berada di balik ledakan akan memantulkan cahaya dan membuat pengambilan foto semakin menarik.
Gunakan Tripod. Hal ini memotret kembang api sebagian besar kecepatan (speed) rana kamera berada di antara 1 hingga 15 detik. Jika langit hitam, Anda dapat meninggalkan rana terbuka untuk waktu yang lama dan menunggu kembang api tepat berada di jendela bidik Anda. Atau, Anda dapat menutupi lensa dengan sepotong karton hitam sampai kembang api yang tepat tiba.
Gunakan kabel rilis kabel atau remote control. Ini adalah tombol yang memungkinkan Anda untuk menentukan waktu yang tepat pada kamera untuk mengambil gambar tanpa ada efek gerakan pada kamera akibat kita menekan tombul shutter. Jika Anda menggunakan shutter release pada kamera, Anda dapat goyangan kamera terlalu banyak dan menghasilkan efek yang tidak diinginkan. Jika Anda tidak memiliki kabel rilis, Anda dapat menggunakan fungsi timer kamera sehingga memerlukan tembakan beberapa detik setelah Anda menekan
tombol. Catatan Anda harus mendahului kembang api sehingga rana kamera terbuka pada waktu yang tepat.
Focus. Anda dapat menggunakan fokus yang sama pada kamera Anda untuk seluruh pertunjukan. Karena Sebagian semua kembang api berjarak yang sama dari Anda, sehingga Gunakan beberapa kembang api pertama untuk mengatur fokus dan mengatur kamera Anda.
Matikan lampu kilat. Jika Anda tidak dapat mematikannya, cobalah menutupinya dengan sesuatu seperti selotip.
Rabu, 25 Januari 2012
Suku Toraja, Sulawesi Selatan
![]() |
| Patung kayu yang disebut tau tau biasanya diletakkan di gua dan menghadap ke luar. |
![]() |
| Jajaran patung kayu berada di tebing-tebing diantara gua sebagai makam. |
Ada tiga cara pemakaman. Peti mati dapat disimpan di dalam gua, atau di makam batu berukir, atau digantung di tebing . Orang kaya kadang-kadang dikubur di makam batu berukir. Makam tersebut biasanya mahal dan waktu pembuatannya sekitar beberapa bulan. Di beberapa daerah, gua batu digunakan untuk meyimpan jenazah seluruh anggota keluarga. Patung kayu yang disebut tau tau biasanya diletakkan di gua dan menghadap ke luar. Peti mati bayi atau anak-anak digantung dengan tali di sisi tebing. Tali tersebut biasanya bertahan selama setahun sebelum membusuk dan membuat petinya terjatuh
![]() |
| Makam khas Suku Toraja Sulawesi Selatan. |
Langganan:
Postingan (Atom)



